Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2016

Pulang

"Kau tidak pernah ingin kembali, karena aku tidak pernah menjadi tempat kau pulang." Tere Liye

Bukan, sebenarnya 'aku ingin pulang'. Mengingat semua kenangan.

Bukan, hidup dalam kenangan.
Tapi hanya ingin menengok dan kembali menatap masa depan.

Hujan bulan juni


Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

karya pak sapardi
(1989)

Puisi pak Sapardi

Kenapa nulis puisi sapari Djoko damono, hhmm. Karena baca novel konspirasi semesta nanti dikutip puisi hujan di bulan Juni ya, tunggu

AKULAH SI TELAGA
Oleh : Sapardi Djoko Damono

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan
bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
— perahumu biar aku yang menjaganya

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Puisiku

Apalagi yaa hobi pas waktu SMA atau SMP menggeluti berkutat dengan yang namanya puisi.
Dulu baca puisi di majalah horison.
Seru membuat ingin membuat sebuah puisi, cerpen, seperti membuat dunia baru.
Dan saat ini aku ingin membuat dunia baru itu terwujud.

Rabu, 01 Januari 2014

GADIS KERUDUNG PUTIH


Hari itu mendung kelabu
Aku datang pada drimu
Wahai gadis kerudung putih
Tampak senyum meronamu

Ucapan salam cinta menggema qalbu
Sejahtera atasmu
Kau gadis kerudung putih

Ku lihat tatap dan senyumu
Begitu indh permadani hidupku
Kerudung putih pujaanku
Kan kah jadi kekasih halalmu

Senyum menggelora dibibirmu
Wajah dibalut wudhu suci
Cerah bagai sang surya pagi
Wahai gadis k’rudung putih


Aurora langit tak lebih cantik
Ketika ku tatap wajahmu
Katika ku dihadapmu dan bersamamu
Engkaulah impianku gadis kerudung putih

Minggu, 29 Desember 2013

puisi Alif Kecil

terima kasih sahabatku mahfudin indra wijaya yang masih menyimpan puisi ini,
zaman-zaman Q suka membuat puisi, tapi masih gaptek, makannya di publish di blog yang lain.
ALIF KECIL
Pagi itu kulihat dari linangan dosa
Mata memandang setengah kemayu
Wahai alif kecil yg berdiri itu
Sedang apa gerangan menunduk pilu
Kau alif kecil
Berjumpa kita disenja dunia
Masih kah ada tatap canda bahagia
Merasuk dalam dunia yang fana

Alif kecil yg sungguh tak berarti
Kau dihadap-Nya mengharap maghfirah
Atas dosa si alif kecil
Dan semua dosa tumbuh diatas permadani kedurhakaan

By WICA