"Kau tidak pernah ingin kembali, karena aku tidak pernah menjadi tempat kau pulang." Tere Liye
Bukan, sebenarnya 'aku ingin pulang'. Mengingat semua kenangan.
Bukan, hidup dalam kenangan.
Tapi hanya ingin menengok dan kembali menatap masa depan.
"Kau tidak pernah ingin kembali, karena aku tidak pernah menjadi tempat kau pulang." Tere Liye
Bukan, sebenarnya 'aku ingin pulang'. Mengingat semua kenangan.
Bukan, hidup dalam kenangan.
Tapi hanya ingin menengok dan kembali menatap masa depan.
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
karya pak sapardi
(1989)
Kenapa nulis puisi sapari Djoko damono, hhmm. Karena baca novel konspirasi semesta nanti dikutip puisi hujan di bulan Juni ya, tunggu
AKULAH SI TELAGA
Oleh : Sapardi Djoko Damono
akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan
bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
— perahumu biar aku yang menjaganya
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
Apalagi yaa hobi pas waktu SMA atau SMP menggeluti berkutat dengan yang namanya puisi.
Dulu baca puisi di majalah horison.
Seru membuat ingin membuat sebuah puisi, cerpen, seperti membuat dunia baru.
Dan saat ini aku ingin membuat dunia baru itu terwujud.