Tampilkan postingan dengan label KAMPUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAMPUS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Marketing pada Kambing




3.1 Pengertian pemasaran
Pengertian /Definisi Pemasaran - Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. Kotler (2001) mengemukakan definisi pemasaran berarti bekerja dengan pasar sasaran untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan.
Menurut Stanton (2001), definisi pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Kamis, 20 Desember 2012

Agenda 21


AGENDA 21 GLOBAL
SEJARAH AGENDA 21
Asal mula dimulainya penentuan kebijakan dan program agenda 21 berdasarkan adanya komitmen global (internasional) dalam rangka mengatasi kerusakan lingkungan di dunia. Komitmen bersama antar berbagai Negara di mulai melalui adanya konferensi, konvensi, perhimpunan sampai adanya konvensi KTT bumi. Berikut ini adalah uraian perjalanan panjang dari komitmen global sampai terbentuknya program agenda 21 adalah sebagai berikut :

a. Konferensi Stockholm (1972)
Kesadaran global untuk memperhitungkan aspek lingkungan selain aspek ekonomi dan kelayakan teknik

Senin, 29 November 2010

makalah ISBD pngendalian sosial


MAKALAH
PERANAN PENGENDALIAN SOSIAL DIKEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT
MATA KULIAH ISBD





DISUSUN OLEH:

                                    WAHYU INDRA
                              

UNIVERSITAS ISLAM PANGERAN DHARMA KUSUMA
SEGARAN INDRAMAYU
Jl. Hasyim Asy’ari  No.01 Juntinyuat Indramayu Tlp. (0234) 487575
Fax. (0234) 485179









BAB I
PENDAHULUAN




1.1.  Latar Belakang

            Setiap masyarakat tentu mendabakan keadaan yang tenang, aman, dan teratur. Namun, kondisi normatif tersebut tidak selalu terwujud secara utuh. Banyak penyimpangan sosial yang terjadi dimasyarakat yang berawal dari ketidaksesuaian harapan dan kenyatan. Banyak orang yang mendambakan kekayaan, tetapi kenyataannya tidak mudah, banyak mereka yang berputus asa. Sehingga mereka menghalalkan segala cara, bahkan dengan cara-cara yang menyimpang dari nilai dan norma sosial.

            Pada zaman sekarang, sering kita jumpai dimasyarakat berbagai  macam prilaku yang menyimpang, seperti perampokan, pencurian, tawuran pelajar, pengunaan obat-obatan terlarang, dan sebagainya. Prilaku itu jalas tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dimasyarakat. Untuk itu diperlukannya pengendalian sosial yang mengatur prilaku sosial masyarakat.



1.2. Tujuan
            Prilaku-prilaku yang terjadi dimasyarakat pada saat ini telah banyak menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Untuk itu diperlukan adanya pengendalian sosial. pengendalian sosial sangat diperlukan ditengah-tengah masyarakat demi kondisi sosial yang tenang, aman, dan teratur serta tidak menyimpang dari perundangan-undangan yang berlaku.

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA



2.1. Teori-teori pengendalian sosial

  • Menurut Soerjono Soekanto, pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan, yang bertujuan untuk mengajak, membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku.

  • Menurut Berger (1978) Pengendalian Sosial adalah: berbagai cara yang
    digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang.

  • Roucek (1965) mengemukakan bahwa Pengendalian Sosial adalah suatu istilah
    kolektif yang mengacu pada proses terencana dimana individu dianjurkan, dibujuk, ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup suatu kelompok.


2.2. Pengertian masyarakat menurut para ahli
·        Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
·        Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
·        Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
·        Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.









BAB III
PEMBAHASAN




3.1. Pengertian Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku. Dengan adanya pengendalian sosial yang baik diharapkan mampu meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang / membangkang.



3.2. Definisi Dari Para Ahli

            Para ahli psikologi juga mendefinisikan pengendalian sosial, diantaranya sebagai berikut:
  1. menurut Berger
pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
  1. menurut Roucek
pengendalian sosial adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana yang cenderung menganjurkan, membujuk, atau memaksa individu untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup suatu kelompok.




3.3. Cara pengendalian Sosial

            Ada dua pengendalian sosial yang dapat dilakukan untuk mencegah penyimpangan nilai dan norma sosial:
1.      preventif yaitu pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran.
Contohnya: menasehati  anak agar tidak berprilaku yang tidak baik, seperti berkelahi, tawuran, dan sebagainya.
2.      represif yaitu pengendalian sosial yang ditujukan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum pelanggaran terjadi. Pengendalian ini dilakukan setelah orang melakukan  pelanggaran
Contohnya: perundingan untuk menyelesaikan persengketaan, penyelesaian masalah tawuran untuk mendapatkan pemecahanya.


3.4. pengendalian Sosial Menurut Roucek

1. Melalui institusi dan non-institusi
  Pengendalian sosial melalui institusi adalah kontrol sosial mlalui lembaga-lembaga sosial yang ada dimasyarakat, seperti lembaga pendidikan, hukum, agama, politik, ekonomi, dan keluarga. Contohnya orang yang melakukan perampokan dan penbunuhan dimasukan ke dalam penjara atau pengadilan .
  
Pengendalian sosial melalui non-institusi adalah kontrol sosial diluar institusi yang ada, seperti  oleh individu atau kelompok massa yang tidak saling kenal.        Contohnya sekelompok massa melakukan pembakaran terhadap pelaku pencopetan disebuah terminal.

2. Melalui lisan, simbolik, dan kekerasan
    Pengendalian sosial melalui lisan dan simbolik sering juga disebut cara kontrol sosial persuasif. Cara ini menekankan pad usaha untuk mengajak dan membimbing anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Cotohnya penyuluhan dari pihak kepolisian tenatang bahaya narkoba disekolah-sekolah.

       Pengendalian sosial melalui kekerasan sering disebut juga disebut cara pengendalian sosial koersif . Cara ini menekankan pada tindakan atau ancaman yang menggunakan kekuatan fisik. Tujuan tindakan ini agar si pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Contohnya penertiban paksa oleh satpol PP kepada pedagang kaki lima karena melanggar tata tertib dan mengganggu ketertiban umum.
 
3. Melalui imbalan da hukuman
          Pengedalian melalui imbalan cenderung bersifat preventif (bersifat mengalihkan). Seorang diberi imbalan atas prilakunya yang sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Contohnya pemberian beasiswa bagi siswa yang berprestasi.

            Pengendalian sosial melalui hukuman cenderung bersifat represif. Cara ini bertujuan untuk memulihkan keadaan sebelum pelanggaran terjadi. Contohnya siswa yang mebolos dihukum skorsing selama seminggu dan diberi tugas mebuat karya tulis.      

4. Melalui formal dan informal
             Pengendalian formal menurut Horton dan Hunt adalah cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi yang juga memiliki peraturan-peraturan resmi, seperti perusahaan, serikat kerja, atau lembaga peradilan. Contohnya sebuah perusahaan memberikan kenaikan pangkat dan gaji bagi pegawainya yang loyal pada perusahaan tersebut.

            Pengendalian informal adalah cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok yang kecil, akrab, bersifat tidak resmi, seperti teman bermain. Contohnya
   Aturan-aturan atau yang ada dalam sebuah keluarga atau kelompok bermain.                                   
5. Melalui sosialisasi
Menurut From, apabila suatu masyarakat ingin berfingsi efektif,maka para anggota masyarakat harus berprilaku sesuai dengan nilai dan norma sosial yang ada dimasyarakat. Agar anggota masyarakat berprilaku sesuaidengan nilai dan norma, diperlukan proses penanaman nilai dan norma yang disebut sosialisasi. 








































BAB IV
PENUTUP



4.1. Kesimpulan
            Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dihadapkan pada keadaan yang tak  selamanya sesuai harapan mereka. Kehidupan sosial terdiri atas individu-individu yang berbeda, tidak jarang diantara mereka yang bertingkah laku menyimpang dari aturan-aturan yang berlaku dimasyarakat.
             Dalam pengendalian sosial dapat dilakukan melalui:
a. Cara pengendalian sosial, meliputi
  • Institusi dan non-institusu
  • Lisan, simbolik, dan kekerasan 
  • Imbalan dan hukuman
  • Formal dan informal
  • Sosialisasi
  • Tekanan sosial

b. Lembaga-lembaga pengendalian sosial
  • Polisi
  • Pengadilan
  • Adat
  • Tokoh masyarakat



4.2. Saran
            Dengan adanya pengendalian sosial yang dilaksanakan dalam kehidupan sosial masyarakat. Diharapkan agar individu-individu dapat berprilaku sesuai dangan nilai dan norma sosial yang berlaku dimasyarakat. Dengan ini kehidupan sosial masyarakat yang tenang, aman, dan teratur dapat terwujud.














DAFTAR PUSTAKA




Maryati, Kun, Juju Suryati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X. Jakarta: Esis.
http://organisasi.org/definisi-pengertian-sosiologi-objek-tujuan-pokok-bahasan-dan-bapak-ilmu-sosiologi

Selasa, 12 Oktober 2010

silabus ilmu alamiah dasar

SILABUS MATA KULIAH
Program Studi                    :
Kode Mata Kuliah              :
Nama Mata Kuliah             : Ilmu Kealaman Dasar
Jumlah SKS                       : 2
Semester                            :
Mata Kuliah Pra Syarat      :

Deskripsi Mata Kuliah          :
Peningkatan kualitas mahasiswa  yang meliputi berfikir kreatif, kritis, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis, kepekaan dan empati sosial, bersikap demokratis, berkeadapan dan menjunjung tinggi nilai kemampuan, mempunyai wawasan terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, mempunyai wawasan  dan seni serta dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah lingkungan hidup secara arif. Sehingga materi perkuliahan mencakup : (1) konsep IAD dalam berkehidupan bermasyarakat. (2) Alam pikir manusia dan perkembangannya,          (3) Perkembangan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam, (4) Bumi dan alam semesta, (5) Keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya,(6) makhluk hidup dalam ekosistem alami,(7) Sumberdaya alam dan lingkungan, (8) Ilmu pengetahuan alam dan teknologi bagi kehidupan manusia, (9) beberapa teknologi penting dan (10) Isu lingkungan. Proses pengajaran akan dilakukan di klas dan di lapangan dengan melibatkan kurikulum, tenaga kependidikan, peserta didik, sarana dan prasarana, pembiayaan,  supervisi dan kepemimpinan.

Standar Kompetensi        :
Menjadi ilmuwan dan profesional yang berpikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah berwawasan luas; etis, estetis serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, serta mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi serta dapat ikut berperan mencarai solusi pemecahan masalah lingkungan hidup secara arif.











Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
1.      Mengidentifikasi latar belakang konsep IAD dalam berkehidupan bermasyarakat.
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat :
1.      Menjelaskan latar belakang IAD
2.      Menjelaskan pengertian IAD
3.      Menjelaskan pentingnya IAD dalam berkehidupan bermasyarkat.

1.      Mengkaji konsep dan ruang lingkup Ilmu Kealaman Dasar
2.      Mendiskusikan IAD sebagai bagian kajian berkehidupan bermasyarakat.

1.    Pengertian  IAD
2.    Pendidikan perlu nya IAD
3.    Ruang lingkup IAD

100 menit
OHP, LCD, Laptop. Kep Dirjen DIKTI 44/DIKTI/Kep/2006

Portofolio tes essay.
















Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
2.      Memahami Alam pikir manusia dan perkembangnnya.
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan :
1.      Hakekat manusia dan sifat keingintahuannya.
2.      Perkembangan fisik,sifat dan pikiran manusia
3.      Sejarah Pengetahuan manusia


Mengkaji dan mendis
kusikan  alam pikir
manusia,perkem
bangannya dan sejarah pengetahuan manusia.

1. Telaah sumber

 2. Pengorganssian

3. Pengarahan
4. evaluasi
5. Simpulan sementara
100 menit
OHP, LCD, Laptop.
Qur ‘an Surat Al baqoroh dan Ali imron. Prawoto. Genetika Dan Evolusi  hal.348-377
Portofolio dan tes essay seta tes obyektif



Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
3.      Memahami perkembangan dan pengembangan  Ilmu Pengetahuan Alam
1.      Membedakan metode ilmiah dan non ilmiah.
2.      Memahami metode ilmiah
3.      Memahami metode ilmiah sebagai dasar IPA
4.      Mengkaji perkembangan ilmu pengetahuan alam
5.      Memahami ruang lingkup IPA dan dapat mengembangkannya untuk tujuan pembangunan
1.  Mengkaji dan mendiskusikan aspek aspek berfikir ilmiah dan non ilmiah.
2.  Mengkaji komponen Ilmu pengetahuan Alam.
3.  Mengkaji perkembangan dan pengembangan  IPA
  1. Pengarahan
  2. Telaah sumber
  3. Diskusi

100 menit
OHP, LCD,
Suharsini Arikunto hal 14-26
Portofolio dan tes essay

















Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
4.      Memahami Bumi dalam Alam Semesta.
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat :
1.      Menjelaskan pembentukan alan semesta.
2.      Menjelaskan tentang tata surya
3.      Menjelaskan bumi sebagai planet.
4.      Menjelaskan  tentang struktur bumi.
5.      Menjelaskan Pembentukan Benua dan Samodra.

Mengkaji dan mendiskusikan alam semesta dan aspek bumi fungsi dan hubungan timbal balik antar aspek penyusun buni dan alam semesta.
1. Telaah sumber tentang : teori terbentuknya alam semesta.,alam mikro.alam makro,
alam super makro,
litosfer,hidrosfer,atmosfer, pedosfer, biosfer
2.. Interpretasi dan deliniasi diagram alir/ foto.
3. Diskusi
100 menit
OHP, LCD, Sumber: IAD UMS

Portofolio, Proses, Tes essay dan Obyektif.













Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
5.      Memahami keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat :
1.      Mengidentifikasi keanekaragaman Makhluk Hidup
2.      Mendeskripsikan tentang Makhluk Hidup.
3.      Menjelaskan asal mula kehidupan di bumi.
4.      Menjelaskan  sejarah perkembangan makhluk hidup
5.      Mengidentifikasi persebaran makhluk hidup

1. Mengkaji  keanekaragaman makhluk hidup..
2. Mengkaji persebaran makhluk hidup di suatu wilayah..
1. Makhluk hidup, pengada insani, biota.
2. Perilaku makhluk hidup
3. Kelangsungan  peri kehidupan.
4. Kesejahteraan makhluk hidup




100 menit

OHP, LCD, Laptop.

IAD UMS, Muhamad Soejani  hal 42-56
Tes essay dan obyektif.











Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
6.      Memahami dan memiliki wawasan tentang makhluk hidup dalam ekosistem alami
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat
menjelaskan tentang makhluk hidup dalam ekosistem alami
Mengkaji dan mendiskusikan tentang populasi dan komunitas makhluk hidup, berbagai bentuk ekosistem alami,
aliran energi dan materi dalam ekosistem alami
dan macam-macam bentuk pola kehidupan
1.      Populasi dan komunitas makhluk hidup
2.      Berbagai bentuk ekosistem alami
3.      Aliran energi dan materi dalam ekosistem alami
4.      Macam-macam bentuk pola kehidupan

100
menit
1.      Papan tulis putih, Notebook, LCD.
2.      Saragih S. Dkk., 2007, Kerangka Penghidupan Berkelanjutan.
3.      Indeks Biologi dan Pertanian Indonesia, 2002, Departemen Pertanian.
Portofolio dan tes essay



















Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
7.      Memahami dan memiliki wawasan tentang Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat
menjelaskan tentang Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Mengkaji dan mendiskusikan tentang klasifikasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup, konsep-konsep pengelolaan sumberdaya alam, masalah kependudukan dan lingkungan hidup serta prinsip dan usaha pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
1.      Klasifikasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup,
2.      Konsep-konsep pengelolaan sumberdaya alam,
3.      Masalah kependudukan dan lingkungan hidup serta
4.      Prinsip dan usaha pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
200 menit
1.      Papan tulis putih, Notebook, LCD.
2.      Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025
3.      Pendidikan Lingkungan, 2006, Kementerian Lingkungan Hidup.
Portofolio dan tes essay
8.      Memahami dan memiliki wawasan tentang ilmu pengetahuan alam dan teknologi bagi kehidupan manusia
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat
menjelaskan tentang ilmu pengetahuan alam dan teknologi bagi kehidupan manusia
Mengkaji dan mendiskusikan tentang IPA sebagai dasar pengembangan teknologi, sejarah peradaban manusia dan perkembangan teknologi, manfaat dan dampak IPA dan teknologi terhadap kehidupan manusia, IPA dan teknologi masa depan
1.      IPA sebagai dasar pengembangan teknologi,
2.      Sejarah peradaban manusia dan perkembangan teknologi,
3.      Manfaat dan dampak IPA dan teknologi terhadap kehidupan manusia,
4.      IPA dan teknologi masa depan
100 menit
1.      Papan tulis putih, Notebook, LCD.
2.      Departemen Kesehatan RI, 2008, Panduan Riset Pembinaan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kedokteran 2009,
3.      Jasin M., 2000, Ilmu Alamiah Dasar. (hal. 177-259).

Portofolio dan tes essay



Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
9.      Memahami dan memiliki wawasan tentang beberapa perkembangan teknologi penting
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat
menjelaskan tentang beberapa perkembangan teknologi penting
Mengkaji dan mendiskusikan tentang bioteknologi, teknologi informasi dan teknologi kearifan lokal.
1.      Bioteknologi
2.      Teknologi informasi
3.      Teknologi kearifan lokal.
200 menit
1.       Papan tulis putih, Notebook, LCD.
2.       Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025
3.       Abdurrahman, 2003, Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia
4.        Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya
5.       Mendel T., 2004, Kesempatan memperoleh informasi
Portofolio dan tes essay
10.  Memahami dan memiliki wawasan tentang isu lingkungan.
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat
menjelaskan tentang isu lingkungan.
Mengkaji dan mendiskusikan tentang isu lingkungan global, isu lingkungan nasional, isu lingkungan lokal dan studi kasus
1.      Isu lingkungan global
2.      Isu lingkungan nasional
3.      Isu lingkungan lokal
4.      Studi kasus
300 menit
1.       Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025
2.       Absori, 2006 Model Penyelesaian Sengketa Lingkungan Melalui Pengadilan Dengan Pendekatan Partisipatif
3.       Jasin M., 2000, Ilmu Alamiah Dasar.
4.       UNDP, 2007, Sisi lain perubahan iklim
Portofolio dan tes essay